Stres Kerja Bisa Fatal! Tekanan Darah dan Gula Darah Berisiko Naik
27 Newsdotcom, Jakarta - 16.26 WIB, 08/06/2026 – Stres akibat beban kerja yang berlebihan bukan lagi sekadar masalah psikologis. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari meningkatnya tekanan darah hingga naiknya kadar gula darah yang berpotensi memicu penyakit kronis.
Hal tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya potongan video edukasi kesehatan yang membahas dampak stres kerja terhadap kondisi fisik tubuh. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa tekanan mental yang terus-menerus dapat memengaruhi sistem hormon dan metabolisme tubuh secara signifikan.
1. Stres Kerja Memicu Lonjakan Hormon Tubuh
Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin sebagai respons alami terhadap tekanan. Kedua hormon ini membantu tubuh menghadapi situasi darurat, namun jika terus meningkat dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Peningkatan hormon stres dapat menyebabkan detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, serta memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.
2. Risiko Tekanan Darah Tinggi
Stres berkepanjangan diketahui dapat membuat pembuluh darah menyempit dan jantung bekerja lebih keras. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan darah secara terus-menerus.
Apabila tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.
3. Kadar Gula Darah Ikut Naik
Selain tekanan darah, stres juga dapat memengaruhi kadar gula darah. Saat tubuh berada dalam kondisi tertekan, hati akan melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah sebagai sumber energi tambahan.
Bagi penderita diabetes atau mereka yang memiliki risiko diabetes, kondisi ini dapat memperburuk pengendalian gula darah dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan.
4. Dampak Lain yang Perlu Diwaspadai
Tidak hanya memengaruhi tekanan darah dan gula darah, stres kerja juga dapat menyebabkan:
- Gangguan tidur atau insomnia.
- Penurunan konsentrasi dan produktivitas.
- Gangguan pencernaan.
- Penurunan daya tahan tubuh.
Risiko depresi dan gangguan kecemasan.
Para ahli kesehatan menyarankan agar pekerja mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga secara rutin, mengatur waktu istirahat, menjaga pola makan, serta melakukan aktivitas relaksasi untuk mengurangi tingkat stres.
5. Pentingnya Menjaga Keseimbangan Kerja dan Kehidupan
Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi hal yang penting. Pengelolaan stres yang baik tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat mencegah berbagai penyakit fisik yang muncul akibat tekanan berkepanjangan.
Kesadaran terhadap dampak stres kerja perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan sejak dini sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Sumber:
Kanal YouTube Tirta PengPengPeng.
