Dimsum dan Diet: Benarkah Makanan Favorit Ini Sehat dan Rendah Lemak?

Daftar Isi

 



27 News, Jakarta – 1 Juni 2026

Dimsum menjadi salah satu makanan yang semakin populer di Indonesia. Hidangan khas Tiongkok ini dikenal dengan porsi kecil, beragam isian, serta proses memasak yang umumnya dikukus. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, muncul pertanyaan: apakah dimsum benar-benar sehat dan cocok untuk program diet?

Apa Itu Dimsum?

Dimsum merupakan kumpulan hidangan kecil yang biasanya disajikan sebagai camilan atau menu pendamping. Beberapa jenis dimsum yang populer antara lain siomay ayam, hakau udang, bakpao mini, lumpia, dan berbagai olahan daging yang dibungkus kulit tipis lalu dikukus.

Karena sebagian besar dimsum dimasak dengan cara dikukus, makanan ini sering dianggap lebih sehat dibandingkan makanan yang digoreng.

Apakah Dimsum Sehat?

Jawabannya tergantung pada jenis dan cara pembuatannya.

Dimsum yang menggunakan daging tanpa lemak, udang, ayam, serta dimasak dengan metode kukus cenderung lebih sehat karena mengandung protein dan relatif rendah minyak.

Namun, beberapa jenis dimsum juga mengandung:

  • Natrium (garam) cukup tinggi.
  • Kulit berbahan tepung yang menambah karbohidrat.
  • Daging olahan atau tambahan lemak.
  • Saus pendamping yang tinggi gula dan sodium.

Karena itu, meskipun dimsum bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan gorengan, konsumsinya tetap perlu diperhatikan.

Apakah Dimsum Cocok untuk Diet?

Dimsum dapat menjadi bagian dari menu diet jika dikonsumsi secara bijak.

Beberapa alasan mengapa dimsum cocok untuk diet:

✅ Porsinya kecil sehingga mudah mengontrol kalori.

✅ Banyak pilihan berbahan ayam dan seafood yang tinggi protein.

✅ Umumnya dikukus sehingga minim minyak.

✅ Memberikan rasa kenyang lebih lama jika mengandung protein cukup.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

❌ Mengonsumsi terlalu banyak dimsum tetap dapat menyebabkan kelebihan kalori.

❌ Saus sambal dan saus manis dapat menambah asupan gula serta sodium.

❌ Dimsum goreng memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih tinggi.

Apakah Dimsum Rendah Lemak?

  • Tidak semua dimsum rendah lemak.
  • Jenis dimsum yang relatif rendah lemak:
  • Hakau udang.
  • Siomay ayam tanpa kulit berlebih.
  • Dimsum ikan.

Dimsum sayuran.

Sedangkan yang cenderung lebih tinggi lemak:

  • Dimsum goreng.
  • Dimsum dengan isian daging berlemak.
  • Bakpao isi daging berlemak.
  • Lumpia goreng.

Sebagai gambaran, satu buah siomay ayam kukus umumnya mengandung sekitar 35–60 kalori tergantung ukuran dan bahan yang digunakan.

Tips Makan Dimsum Agar Tetap Sehat

1. Pilih dimsum kukus dibandingkan goreng.

2. Perbanyak pilihan berbahan ayam, ikan, atau udang.

3. Batasi penggunaan saus berlebihan.

4. Tambahkan sayuran sebagai pelengkap.

5. Perhatikan porsi makan.

6. Hindari mengonsumsi dimsum sebagai makanan utama dalam jumlah besar setiap hari.

Kesimpulan

Dimsum bukanlah makanan yang harus dihindari saat diet. Bahkan, beberapa jenis dimsum kukus dapat menjadi pilihan camilan atau menu makan yang cukup sehat karena mengandung protein dan lebih rendah minyak dibandingkan makanan gorengan.

Namun, kunci utamanya tetap pada pemilihan jenis dimsum, porsi makan, serta keseimbangan dengan makanan bergizi lainnya. Jika dikonsumsi secara wajar, dimsum dapat menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa mengganggu program penurunan berat badan.

Fakta Singkat Dimsum

Metode memasak utama: kukus.

Sumber protein: ayam, ikan, udang, dan daging.

Lebih sehat dibanding banyak makanan goreng.

Tetap perlu memperhatikan kandungan garam dan kalori.

Cocok untuk diet jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.

Sumber:

World Health Organization (WHO) – Pedoman konsumsi natrium dan pola makan sehat.

United States Department of Agriculture (USDA) FoodData Central.

Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Academy of Nutrition and Dietetics.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai Pedoman Gizi Seimbang.


Penulis: Tim Redaksi 27 News